Pages Menu
Categories Menu

Posted by in Pengobatan Medis

Melihat Lebih Jauh Tentang Peranan Pengobatan Diabetes Secara Medis

Pengobatan diabetes secara medis memang menggunakan beberapa macam metode. Karena itulah, seringkali penderita diabetes melitus mengalami kebingungan tentang mana metode pengobatan medis yang sebaiknya mereka gunakan.

Sebenarnya, metode pengobatan penyakit diabetes secara medis ditentukan oleh dokter. Karena setiap jenis penyakit DM dan kondisi penderitanya mempengaruhi pemilihan metode pengobatan diabetes melitus secara medis.

Sebagai penderita DM, kami memang menyarankan anda untuk lebih memahami tentang apa saja metode pengobatan diabetes secara medis. Selain itu, ada juga beberapa macam jenis obat medis yang harus benar-benar dipahami oleh penderita DM.

Jika anda ingin mempelajari lebih jauh tentang apa saja metode pengobatan dan jenis obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit diabetes secara medis tersebut, anda bisa mempelajarinya di artikel ini.

Berbagai Macam Metode Pengobatan Diabetes Secara Medis

Di dunia medis, penyakit diabetes melitus memang diatasi dengan menggunakan beberapa macam metode. Pemilihan jenis metode yang digunakan didasarkan pada kondisi pasien penderita diabetes melitus.

Ada 2 macam metode pengobatan diabetes secara medis yang umum disarankan oleh dokter. Berikut ini adalah kedua jenis metode pengobatan tersebut:

1. Metode pengobatan non farmakologis

Metode ini adalah metode pengobatan yang umumnya disarankan oleh dokter bagi orang yang baru terdiagnosa menderita penyakit diabetes melitus.

2. Metode pengobatan farmakologis

Metode farmakologis adalah metode lanjutan yang akan disarankan oleh dokter ketika penderita DM gagal menggunakan pengobatan non farmakologis.

Seperti Apa Metode Pengobatan Diabetes Melitus Non Farmakologis?

Metode non farmakologis adalah metode pengobatan diabetes secara medis yang umumnya disarankan untuk orang yang baru saja dinyatakan menderita penyakit diabetes.

Metode ini sama sekali tidak mengharuskan penderita DM untuk meminum obat-obatan medis jenis apapun.

Pengobatan diabetes melitus non farmakologis ini mengharuskan penderita DM untuk mulai disiplin melakukan beberapa hal berikut ini:

• Mengatur pola makan

• Merubah pola hidup

• Menurunkan berat badan atau menjaga berat badan agar tidak meningkat terlalu drastis

• Mulai berolahraga secara teratur dan terukur

Metode non farmakologis sebenarnya mampu membantu penderita diabetes melitus mengontrol penyakit yang dideritanya.

Namun sayangnya, banyak penderita diabetes yang gagal menjalankan pengobatan non farmakologis ini karena kurang memiliki kedisiplinan diri.

Bila memang pengobatan diabetes non farmakologis gagal, maka dokter akan menyarankan penderita DM untuk mulai melakukan pengobatan dengan metode farmakologis.

Seperti Apa Metode Pengobatan Farmakologis Untuk Penderita DM?

Pengobatan diabetes secara medis yang menggunakan metode farmakologis sangatlah berbeda dengan metode non farmakologis.

Pengobatan penyakit diabetes secara medis dengan menggunakan metode farmakologis mengharuskan penderita DM untuk mulai rutin meminum obat-obatan jenis tertentu, berbeda dengan cara mengobati penyakit diabetes secara herbal.

Ada 4 macam jenis obat-obatan yang umum digunakan pada metode pengobatan diabetes melitus farmakologis ini. Berikut adalah keempat jenis obat-obatan medis sekaligus fungsinya masing-masing:

1. Jenis sulfonylurea

Obat jenis sulfonylurea ini berfungsi untuk meningkatkan produksi insulin di dalam tubuh. Obat jenis ini hanya bisa dikonsumsi oleh penderita DM yang belum mengalami kerusakan organ pankreas.

Obat jenis sulfonylurea ini sangat tidak cocok dikonsumsi oleh penderita DM tipe 1 maupun penderita DM tipe 2 yang memiliki masalah kelebihan berat badan.

Obat medis jenis sulfonylurea ini juga sangat tidak disarankan dikonsumsi di malam hari sebelum tidur. Karena ada kemungkinan penderita DM akan mengalami hipoglikemia jika meminum obat jenis sulfonylurea sebelum tidur.

2. Jenis biguanid

Obat jenis biguanid adalah jenis pengobatan diabetes secara medis yang cocok digunakan untuk penderita DM tipe 2 yang memiliki masalah kelebihan berat badan.

Obat jenis biguanid ini berfungsi untuk meningkatkan kepekaan sel di dalam tubuh untuk menerima glukosa yang dibawa oleh insulin.

Obat medis jenis biguanid ini sayangnya berpotensi menyebabkan efek samping negatif di sistem pencernaan. Karena itulah, jika anda belum pernah meminum obat jenis ini, sebaiknya minum dengan dosis kecil terlebih dahulu.

3. Jenis acarbose

Obat jenis acarbose memiliki fungsi menghambat proses perubahan karbohidrat menjadi glukosa.

Obat ini sangat cocok dikonsmsi oleh penderita DM yang masih sering memakan makanan berkarbohidrat tinggi dan juga penderita DM dengan kadar gula darah puasa lebih dari 180 mg/dl.

Obat jenis acarbose ini sangat tidak disarankan dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus yang berusia kurang dari 18 tahun.

4. Suntikan insulin

Insulin buatan yang diberikan dalam bentuk suntikan adalah jenis pengobatan diabetes secara medis yang cocok digunakan oleh penderita DM tipe 1 dan juga penderita DM tipe 2 yang sudah mengalami kerusakan pada organ pankreasnya.

Suntikan insulin biasanya diberikan pada bagian paha, dinding perut, dan lengan atas. Pada kasus khusus, suntikan insulin terkadang diberikan melalui otot maupun pembuluh darah.

Siapa Saja yang Sebaiknya Menggunakan Suntikan Insulin Buatan?

Terkadang banyak penderita DM yang masih merasa kebingungan tentang siapa saja yang wajib menggunakan pengobatan diabetes secara medis dalam bentuk suntikan insulin.

Berikut ini adalah beberapa orang yang wajib mulai mendapatkan suntikan insulin buatan:

• Penderita diabetes melitus yang sudah mulai mengalami komplikasi gangren atau pembusukan.

• Penderita diabetes yang mengalami kondisi ketoasi dosis diabetic dan juga yang mengalami koma.

• Penderita diabetes melitus gestasional yang kesulitan mengontrol pola makannya.

• Penderita DM yang sudah mengalami komplikasi organ hati dan ginjal yang sudah cukup parah.

• Penderita DM yang mengalami penurunan berat badan.

• Penderita diabetes melitus yang gagal menggunakan obat-obatan dalam bentuk tablet.

• Semua penderita DM tipe 1

Apakah Suntikan Insulin Buatan Memiliki Efek Samping Negatif?

Pengobatan diabetes secara medis seperti suntikan insulin memang harus digunakan secara bijaksana. Karena jika digunakan secara asal-asalan, suntikan insulin justru dapat menyebabkan berbagai macam efek samping seperti:

• Lipoatrofi atau kulit tempat penyuntikan insulin menjadi cekung

• Mengalami hipoglikemia jika dosis suntikan insulin tidak sesuai dengan yang tubuh anda butuhkan.

• Edema insulin

• Mengalami gatal-gatal pada kulit.

• Berpotensi mengalami masalah aterosklerosis.

Setelah membaca penjelasan tentang pengobatan diabetes melitus secara medis, seharusnya anda sudah bisa memahami bahwa pengobatan medis tersebut hanyalah solusi untuk menjaga agar penyakit tidak semakin mengganas.

Pengobatan diabetes secara medis sampai saat ini memang belum bisa dinyatakan mampu melenyapkan penyakit sampai tuntas.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *