Pages Menu
Categories Menu

Posted by in Mencegah Penyakit Gula

Apa saja faktor resiko diabetes melitus dan bagaimana mencegah penyakit tersebut?

Faktor resiko diabetes melitus harus disadari oleh setiap orang. Setiap orang yang mempunyai faktor-faktor resiko tersebut harus cepat tanggapuntuk melakukan pencegahan sedini mungkin.

Sebaiknya, seseorang tidak berfokus pada gejala yang mungkin diidap. Beberapa kasus diabetes tidak menunjukan gejala. Ketika penyakit tidak menunjukan gejala, maka yang terjadi adalah penyakit sudah terlanjur parah dan sulit diatasi.

Melakukan pencegahan sebaiknya seseorang lebih berfokus pada faktor resiko penyakit diabetes melitus. Seseorang yang mempunyai faktor resiko diabetes melitus harus lebih waspada dengan melakukan perubahan gaya hidup dan pola makan menjadi lebih sehat.

Faktor resiko diabetes melitus

•    Obesitas atau kegemukan

Fakta memperlihatkan bahwa rata-rata penderita diabetes tipe 2 bertubuh tambun. Obesitas memang merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam perkembangan diabetes pada tubuh seseorang.

Seseorang yang mempunyai tubuh gemuk tentunya mempunyai kandungan lemak yang berlebih dalam tubuh. Lemak tubuh ini bisa menutup reseptor dan mempengaruhi kinerja insulin.

Penurunan berat badan harus dilakukan dengan berolahraga dan mengubah pola makan menjadi lebih rendah lemak dan kalori.

•    Faktor usia

Usia juga mempunyai pengaruh yang cukup besar pada perkembangan diabetes. Penderita diabetes tipe 1 biasanya berusia di bawah 30 tahun, sedangkan penderita diabetes tipe 2 berusia di atas 40 tahun.

Meski penderita diabetes didominasi oleh kedua kelompok di atas, mencari cara mengatasi penyakit diabetes secara herbal pun perlu dilakukan, sementara diabetes tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada golongan usia berapapun.

Ketika seseorang pada usia rentan, perubahan gaya hidup harus dilakukan secara signifikan. Pola makan dijaga dan olahraga harus dilakukan secara rutin.

•    Ras atau Etnis

Ada beberapa etnis atau ras yang mempunyai resiko untuk terkena diabetes lebih tinggi. Beberapa etnis tersebut antara lain adalah Asia, Hispanik, Afrika dan penduduk yang mendiami pulau-pulau yang ada di Pasifik.

Sebagai orang Indonesia, kita mempunyai faktor resiko ras ini. Kita berada di negara kawasan Asia.

Ras Asia mempunyai resiko lebih besar untuk terkena diabetes melitus tipe 2. Sedangkan ras yang beresiko tinggi terkena diabetes tipe 1 adalah bangsa Finlandia. Jumlah penderita mencapai 40% dari total populasi. Beberapa negara lain juga beresiko terkena diabetes tipe 1, yakni Denmark, Swedia, Irlandia, Norwegia dan Skotlandia. Beberapa negara tersebut mempunyai penderita diabetes tipe 1 20% dari total populasi.

•    Faktor keturunan atau genetik

Seseorang yang mempunyai keluarga dengan diabetes mempunyai resiko lebih tinggi untuk terkena diabetes melitus. Resiko terjadinya diabetes melitus ditingkatkan hingga 6 kali dari orang-orang lainnya.

Seseorang tidak bisa memilih dari siapa ia ingin dilahirkan. Namun, terjadinya diabetes bisa dicegah. Seseorang bisa melakukan berbagai langkah-langkah pencegahan untuk menurunkan resiko diabetes.

Menjalani gaya hidup sehat dan melakukan berbagai hal yang menguntungkan kesehatan harus diprioritaskan. Konsumsi makanan sehat dan alami perlu menjadi perhatian. Olahraga juga harus dilakukan secara teratur.

•    Mengalami metabolic syndrom

Metabolic Syndrom merupakan suatu kondisi medis di mana mempunyai tekanan darah berlebih, trigliserida berlebih, kolesterol berlebih dan lingkar pinggang berlebih.

Pada metabolic syndrom, tekanan darah di atas 160/90 mmHg, kolesterol HDL (baik) kurang dari 40 mg/dl, trigliserida darah lebih dari 150 mg/dl, lingkar pinggang lebih dari 120 Cm pria dan 88 Cm wanita.

•    Menderita penyakit lain

Beberapa penyakit lain bisa meningkatkan faktor resiko diabetes melitus. Diabetes yang terjadi akibat penyakit-penyakit ini juga disebut juga sebagai diabetes sekunder.

Beberapa penyakit yang bisa dikatakan sebagai faktor resiko penyakit diabetes melitus antara lain penyakit jantung, hipertensi dan stroke.

Untuk mencegah diabetes yang disebabkan oleh faktor-faktor di atas adalah dengan mencegah penyakit jantung, mengontrol tekanan darah dan mencegah stroke.

•    Mengalami diabetes gestasional

Wanita yang menderita diabetes gestasional, gula darahnya akan kembali normal setelah melahirkan. Namun, penjagaan ketat terhadap pola hidup dan pola makan harus tetap dilakukan. Setengah dari wanita yang mengalami diabetes gestasional mengalami diabetes melitus tipe 2 di kemudian hari. Setelah wanita diketahui mengalami diabetes gestasional, maka harus dilakukan pencegahan. Pencegahan bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Perbaikan bahan konsumsi juga perlu dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi memang sehat.

•    Terjadi infeksi

Infeksi bisa saja terjadi dan menyerang pankreas. Ketika pankreas terganggu atau rusak, maka akan menyebabkan produksi insulin terganggu.  Selain itu, infeksi itu akan memproduksi sebuah hormon yang sifatnya bertolak belakang dengan insulin. Hormon (counter – insulin) ini menyebabkan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh.

Jika pankreas sudah rusak dan tidak lagi mampu memproduksi insulin, maka tubuh akan membutuhkan suntikan insulin.

Faktor resiko bisa diturunkan

Faktor resiko diabetes melitus bisa diturunkan dengan melakukan berbagai usaha. Dengan demikian, penyakit diabetes bisa dicegah supaya tidak terjadi.

Seperti yang kita ketahui bersama, faktor utama diabetes adalah pola kehidupan. Ketika seseorang mempunyai pola hidup yang buruk, maka peluang terjadinya diabetes akan lebih tinggi lagi.

Pola hidup yang baik adalah dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Makanan yang didominasi sayur dan buah. Harus dibatasi konsumsi lemak dan kalori.

Olahraga harus dilakukan dengan rutin. Olahraga tidak hanya menyehatkan, tapi juga mampu menjaga berat badan tetap stabil.

Seiring dengan peningkatan ekonomi, seseorang menjadi lebih konsumtif. Kebanyakan mencari makanan yang mengenyangkan tanpa melihat terlebih dahulu komposisi yang dimiliki oleh makanan tersebut. Akibatnya, banyak sampah yang masuk ke tubuh dan menyebabkan penyakit yang berkembang dalam jangka panjang.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *