Pages Menu
Categories Menu

Posted by in Komplikasi Diabetes

Mengenal Lebih Dalam Tentang Komplikasi Akut Diabetes Melitus Hipoglikemia dan Hipergliekmia (Bag 1)

Hipoglikemia dan hiperglikemia memang merupakan komplikasi yang terjadi akibat penyakit diabetes melitus.

Meskipun tampak tidak berbahaya, sebenarnya komplikasi tersebut dapat merenggut nyawa penderita DM jika tidak segera diatasi.

Masihkah anda penderita DM meremehkan masalah komplikasi tersebut? sebelum anda terlambat, sebaiknya sebisa mungkin lakukan tindakan pencegahan agar anda tidak mengalami masalah tersebut.

Bagi anda penderita diabetes melitus yang sampai saat ini masih belum mengetahui bahaya dan juga tindakan pencegahan masalah komplikasi, sebaiknya anda mempelajarinya lebih lanjut di website ini.

Pembahasan mengenai masalah komplikasi akibat penyakit diabetes melitus akan dibagi menjadi 4 artikel yaitu:

1. Komplikasi akut, Apa itu hipoglikemia dan hiperglikemia?

2. Komplikasi kronis yang menyebabkan kerusakan organ penting di dalam tubuh

3. Beragam penyakit berbahaya yang berpotensi diderita oleh penderita DM

4. Bagaimana cara mencegah komplikasi pada penderita diabetes melitus

Komplikasi Akut, Hipoglikemia dan Hiperglikemia

Hipoglikemia dan hiperglikemia memang adalah bagian dari komplikasi akut. Umumnya, komplikasi akut ini muncul sebagai pertanda awal bahwa penderita DM masih belum mampu mengontrol penyakit diabetes yang dideritanya.

Namun sayangnya, masih banyak penderita DM yang menganggap gejala-gejala komplikasi akut tersebut bukanlah suatu masalah besar.

Seorang penderita DM bisa mengalami komplikasi bukan hanya karena kadar gula darah terlalu tinggi. Penderita DM yang memiliki kadar gula darah terlalu rendah juga berpotensi mengalami komplikasi.

A. Hipoglikemia, Komplikasi Akut yang Disebabkan Kadar Gula Darah Terlalu Rendah

Apa itu hipoglikemia? Ya, mungkin masih ada beberapa penderita DM yang belum memahami tentang apa hipoglikemia itu sebenarnya.

Pengertian hipoglikemia adalah masalah komplikasi yang terjadi akibat kadar gula dalam darah terlalu rendah.

Hipoglikemia biasa dialami oleh penderita DM yang diharuskan mendapatkan suntikan insulin buatan.

Komplikasi akut yang disebabkan kadar gula darah terlalu rendah ini sangat berbahaya dan bahkan bisa menyebabkan penderita DM kehilangan nyawa jika tidak segera ditangani.

 

Bagaimana Cara Mengurangi Resiko Mengalami Hipoglikemia?

Sebenarnya, penderita DM masih bisa mengurangi resiko agar jangan sampai mengalami hipoglikemia. Inilah beberapa tindakan yang wajib dilakukan oleh penderita DM untuk mengurangi kemungkinan mengalami masalah akibat penurunan kadar gula darah:

• Tidak terlambat atau lupa makan setelah mendapatkan suntikan insulin

Setiap penderita DM yang diharuskan mendapatkan suntikan insulin buatan sebaiknya tidak terlambat atau lupa makan setelah disuntik insulin.

• Jangan melakukan olahraga terlalu berlebihan

Hipoglikemia juga bisa dialami karena penderita DM terlalu memaksakan diri dalam berolahraga. Karena itu lebih amannya baca terlebih dahulu artikel tentang bagaimana cara berolahraga yang baik dan tepat untuk penderita DM.

Bagaimana Gejala Penderita DM yang Sedang Mengalami Hipoglikemia?

Penderita DM yang sedang mengalami hipoglikemia umumnya akan merasakan beberapa macam gejala. Berikut adalah gejala umum yang dirasakan oleh penderita DM yang sedang mengalami hipoglikemia:

• Gejala fisik

Ketika kadar gula darah menurun, maka tubuh akan mencoba meningkatkannya kembali dengan memproduksi lebih banyak hormon adrenalin.

Karena itulah, umumnya penderita DM akan merasakan beberapa gejala seperti jantung berdebar dan tidak beraturan, mengeluarkan keringat dingin, dan juga merasa lapar.

• Intelektual terganggu

Karena kadar gula darah di dalam tubuh menurun, secara otomatis produksi energipun berkurang drastis. Efeknya otak akan mengalami kekurangan energi.

Ketika otak kekurangan energi, maka mulailah muncul beberapa macam gangguan intelektual seperti kesulitan berbicara, ling lung, sakit kepala, mudah merasa kelelahan, penglihatan kabur, kejang-kejang, dan bahkan bisa mengalami koma.

Apakah Semakin Rendah Kadar Gula Darah Akan Mempengaruhi Gejala yang Muncul?

Semakin rendah kadar gula dalam darah memang akan membuat semakin banyak gejala yang dirasakan oleh penderita DM.

Bahkan bisa dikatakan semakin rendah kadar gula darah maka gejala yang dirasakan akan semakin berbahaya.

Berikut ini adalah gejala-gejala yang akan dirasakan oleh penderita DM ketika mengalami hipoglikemia sesuai dengan tingkat penurunan kadar gula darah:

• Kadar gula darah kurang dari 60 mg/dl

Penderita DM yang mengalami penurunan kadar gula darah sampai 60 mg/dl akan merasakan gejala-gejala akibat peningkatan hormon adrenalin seperti tubuh gemetar, mengeluarkan keringat dingin, jantung berdebar tak beraturan, penglihatan menjadi kabur, dan juga merasa kelaparan.

• Kadar gula darah kurang dari 40 mg/dl

Ketika kadar gula darah penderita DM kurang dari 40 mg/dl, maka akan muncul beberapa macam gejala yang jauh lebih parah seperti kesulitan berbicara, kurang bisa berkonsentrasi, merasakan seperti mabuk, dan mudah mengantuk.

• Kadar gula darah kurang dari 20 mg/dl

Jika kadar gula darah seorang penderita DM sudah berada di bawah 20 mg/dl, sebenarnya kondisi ini bisa disebut sebagai kondisi yang sangat berbahaya.

Karena penderita DM yang memiliki kadar gula darah di bawah 20 mg/dl sangat beresiko mengalami kejang-kejang, koma, dan bahkan kehilangan nyawanya.

Pertolongan Pertama Bagi Penderita DM yang Mengalami Hipoglikemia

Karena hipoglikemia memang merupakan komplikasi akut yang sangat berbahaya bagi penderita DM, maka sebaiknya semua penderita DM memahami bagaimana pertolongan pertama ketika mengalami hipoglikemia ini.

Ketika penderita DM mengalami hipoglikemia, sebaiknya segera konsumsi makanan ringan yang mengandung karbohidrat seperti biskuit. Selain itu, penderita DM yang mengalami penurunan kadar gula darah juga bisa meminum minuman manis. Namun disarankan minuman manis yang alami dari buah-buahan.

Akibat Hipoglikemia yang Paling Fatal Bagi Penderita Diabetes

Penderita DM yang mengalami penurunan kadar gula darah berpotensi mengalami masalah yang cukup berat jika tidak segera mengatasi masalah tersebut.

Salah satu akibat paling fatal dari tidak segera mengatasi masalah penurunan kadar gula darah adalah rusaknya jaringan otak. Kerusakan ini bersifat permanen dan jelas akan sangat mempengaruhi intelektual penderita DM.

B. Hiperglikemia, Komplikasi Akut yang Disebabkan Peningkatan Kadar Gula Darah

Hiperglikemia memang salah satu komplikasi akut. Namun hiperglikemia sangat berbeda dibandingkan dengan hipoglikemia.

Hiperglikemia disebabkan karena kadar gula dalam tubuh terlalu tinggi. Hiperglikemia ini biasanya menyebabkan penderita DM mengalami kondisi khusus yang disebut ketoasi dosis diabetic.

Ketoasi dosis diabetic adalah satu kondisi dimana di dalam darah terdapat banyak kandungan racun yang disebut dengan keton.

Kandungan keton tersebut adalah hasil proses pemecahan lemak menjadi energi. Hal tersebut terjadi akibat sel-sel di dalam tubuh sudah tidak dapat lagi memproduksi energi akibat tingginya kadar gula darah.

Untuk mengatasi kekurangan energi, tubuh terpaksa merubah lemak menjadi energi. Padahal proses perubahan lemak menjadi energi tersebut juga menghasilkan zat beracun.

Ketoasi dosis diabetic bisa dialami baik pada penderita DM tipe 1 maupun penderita DM tipe 2. Penderita DM tipe 1 berpotensi mengalami kondisi khusus tersebut dikarenakan lupa mendapatkan suntikan insulin maupun dosis suntikan insulin tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sedangkan penderita DM tipe 2 umumnya mengalami kondisi khusus tersebut akibat stress berat dan infeksi.

Gejala Penderita DM yang Mengalami Kondisi Ketoasi Dosis Diabetic

Penderita DM yang mengalami kondisi ketoasi dosis diabetic akibat kadar gula darahnya terlalu tinggi juga akan merasakan beberapa gejala.

Berikut ini adalah gejala-gejala yang akan muncul ketika penderita DM mengalami kondisi ketoasi dosis diabetic:

• Nafas berbau wangi seperti buah

• Nafsu makan menurun

• Sering mual dan muntah-muntah

• Berat badan mengalami penurunan

• Perut sering merasa nyeri

• Mudah lelah dan mengantuk

• Kesadaran mengalami penurunan dan bahkan bisa mengalami koma

Selain gejala-gejala tersebut, penderita DM yang mengalami peningkatan kadar gula darah juga sering mengalami gejala-gejala umum seperti sering buang air kecil dan sering merasa haus.

Bagaimana Cara Memastikan Apakah Anda Mengalami Kondisi Ketoasi Dosis Diabetic Atau Tidak?

Untuk memastikan apakah anda sedang mengalami kondisi ketoasi dosis diabetic atau tidak bisa dilakukan dengan menggunakan alat yang dijual di apotik. Selain itu, cara yang paling efektif adalah langsung melakukan pemeriksaan darah di rumah sakit.

C. Diabetic Hypersonolar Syndrome (DHS)

Ketika kadar gula darah seorang penderita DM sudah terlalu tinggi, maka masalah yang muncul akan semakin besar.

DHS atau Diabetic Hypersonolar Syndrome adalah masalah yang dialami oleh penderita DM yang memiliki kadar gula darah lebih dari 600 mg/dl.

Ketika kadar gula darah sudah melebihi 600 mg/dl, maka darahpun akan semakin kental. Ketika hal tersebut terjadi, tubuh secara otomatis akan menarik semua cairan untuk mengencerkan darah kembali.

Itulah mengapa seorang penderita DM yang memiliki kadar gula darah yang sangat tinggi akan semakin sering buang air kecil, cara mengobati penyakit gula darah kering mungkin adalah info bagi anda yang menderita penyakit tersebut.

Siapa Saja yang Berpotensi Mengalami Kondisi DHS?

Berbeda dengan hipoglikemia, DHS ini umumnya dialami oleh penderita DM tipe 2. Ada 2 jenis penderita DM tipe 2 yang berpotensi mengalami DHS.

Pertama, penderita DM tipe 2 yang memang tidak bisa mengontrol penyakit yang dideritanya. Kedua, penderita DM tipe 2 yang masih belum sadar bahwa dirinya sedang menderita penyakit berbahaya.

Gejala Penderita DM yang Mengalami Kondisi DHS

Gejala yang akan dialami oleh penderita DM yang sedang mengalami kondisi DHS sebenarnya hampir mirip ketika mengalami kondisi ketoasi dosis diabetic.

Namun pada kondisi DHS ini penderita DM tidak akan mengeluarkan nafas yang berbau wangi dari zat keton.

Berikut in adalah beberapa gejala penderita DM yang mengalami kondisi DHS:

• Kaki sering sekali mengalami kram

• Terus menerus merasa kehausan

• Sering buang air kecil

• Denyut nadi sangat cepat

• Tubuh merasa lemah dan lesu

• Kejang dan bahkan bisa mengalami koma

Apa yang Harus Dilakukan Penderita DM yang Mengalami Kondisi DHS?

Penderita DM yang memang sudah positif mengalami kondisi DHS sebaiknya segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Karena mereka yang sedang mengalami kondisi ini sebenarnya bisa dikatakan lebih berpotensi untuk mengalami berbagai macam efek negatif dari penyakit diabetes melitus.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *