Pages Menu
Categories Menu

Posted by in Info Unik

Apa beda diabetes melitus tipe 2 dan tipe 1?

Diabetes melitus tipe 2 adalah yang paling sering terjadi. Penyakit diabetes tipe ini dipengaruhi oleh faktor genetik, namun faktor terkuat adalah lingkungan dan gaya hidup. Buktinya, penyakit ini bisa dicegah dengan gaya hidup sehat.

Selain penyakit diabetes melitus tipe 2, ada juga diabetes tipe 1 dan diabetes gestasional. Pada akhirnnya, diabetes-diabetes ini mempunyai akibat yang sama. Akibatnya adalah ketidak stabilan gula darah.

Meskipun efek yang ditimbulkan adalah sama, namun ternyata penyebab dari masing-masing tipe diabetes adalah berbeda. Penanganan diabetes-diabetes tersebut juga berbeda satu dengan yang lainnya.

Ada juga diabetes sebagai penyakit sekunder. Diabetes ini muncul akibat dari adanya penyakit lain. Beberapa penyakit tersebut antara lain gangguan kelenjar adrenal, radang pankreas, mal nutrisi, infeksi dll.

Apa diabetes melitus tipe 1 itu?

Diabetes tipe 1 adalah salah satu tipe diabetes yang diidap oleh sebagian kecil penderita diabetes. Penderita diabetes kira-kira hanya sekitar 5 – 10 % dari seluruh kasus diabetes. Di Indonesia sendiri, jumlahnya hanya sekitar 2 – 3 %.

Jumlah secara pasti penderita diabetes tipe 1 tidak diketahui. Banyak penderita yang tidak sadar mengalami diabetes tipe 1. Penderita baru sadar setelah mengalami komplikasi yang parah dan akhirnya meninggal karena telat diberi pertolongan.

Gejala yang datang bisa sangat mendadak. Tidak jarang gejala tersebut menyebabkan komplikasi akut. Akibat dari komplikasi tersebut bisa sangat fatal jika tidak segera diberi pertolongan. Salah satu akibatnya adalah koma, bahkan bisa meninggal.

Penanganan untuk penderita diabetes tipe 1 yang mengalami komplikasi akut adalah suntikan insulin. Sejatinya, komplikasi tersebut terjadi akibat lonjakan gula darah yang di luar kontrol. Hal itu terjadi karena tidak adanya insulin. Dengan menyuntikan insulin, maka gula darah dapat disalurkan ke sel-sel tubuh.

Siapa saja penderita diabetes tipe 1?

Diabetes tipe 1 bisa diidap oleh orang dewasa maupun anak-anak. Penderita diabetes tipe 1 bisa dikatakan sebagai orang yang ketergantungan terhadap insulin. Pankreas yang rusak tidak dapat memproduksi insulin. Oleh karena itu, insulin harus disuntikan dari luar tubuh.

Penyebab diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 kebanyakan bisa dikategorikan sebagai penyakit otoimun. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan sistem imun pada tubuh. Akibat dari gangguan sistem imun tersebut, maka terjadilah kerusakan pankreas sehingga tidak bisa memproduksi insulin.

Kerusakan pankreas juga bisa disebabkan oleh faktor genetik, infeksi virus dan juga malnutrisi. Beberapa faktor ini juga pada akhirnya menyebabkan pankreas menjadi rusak sehingga tidak berfungsi.

Pengendalian diabetes tipe 1

Seperti dijelaskan di atas, pada penderita diabetes tipe 1 terjadi kerusakan pankreas. Insulin tidak dapat dihasilkan dan membutuhkan suntikan insulin dari luar. Suntikan insulin diperlukan untuk menggantikan fungsi insulin alami tubuh.

Penyuntikan insulin dilakukan sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh dokter. Ketika makanan masuk, insulin akan diproduksi oleh pankreas untuk mengangkut gula. Pada suntikan insulin juga digunakan pola yang tidak jauh berbeda, yakni sebelum makan.

Apa itu diabetes melitus tipe 2 itu?

Diabetes melitus tipe 2 mempunyai persentase tertinggi dari semua kasus diabetes. Diabetes tipe ini diidap oleh sekitar 90 – 95 % penderita diabetes. Peluang kejadian penyakit diabetes melitus tipe 2 lebih tinggi karena banyak dipengarhi oleh gaya hidup.

Apa penyebab diabetes tipe?

Pada diabetes tipe 2, insulin diproduksi secara cukup dan dalam porsi yang seharusnya. Namun, insulin itu tidak dapat bekerja seperti seharusnya. Hal ini terjadi karena ada resistensi insulin.

Resitensi insulin ini dikarenakan otot dan sel-sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin. Akibatnya, gula yang diangkut tidak dapat diterima oleh sel-sel tubuh. Gula akan menumpuk dalam darah dan memicu kenaikan kadar gula darah.

Siapa saja yang bisa mengidap diabetes tipe 2?

Kebanyakan, penderita diabetes melitus tipe 2 berumur lebih dari 40 tahun. Hal itu dikarenakan pola hidup yang berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadikan seseorang terkena diabetes di hari tuanya.

Meskipun pada umumnya penderita diabete tipe 2 berusia lebih dari 40 tahun, tidak menutup kemungkinan umur 20-an juga terkena.

Pengendalian diabetes tipe 2

Pada diabetes tipe 2, dokter akan memberikan obat sebagai penurun kadar gula darah. Pengendalian diabetes harus dilakukan dengan cara mengubah pola makan menjadi lebih sehat.

Diet dan pemilihan komposisi makanan akan diberikan referensinya oleh dokter. Selain diet tersebut, olahraga merupakan hal yang harus dilakukan juga. Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan asupan gula dan pemakaian energi.

Pada penderita diabetes melitus tipe 2, berat badan harus diturunkan. Tingginya lemak menjadi salah satu faktor resistensi insulin. Itulah mengapa, penderita penyakit diabetes melitus tipe 2 rata-rata bertubuh gemuk.

Suntikan insulin bagi diabetes tipe 2 – Perlukah?

Pankreas pada penderita diabetes tipe 2 berfungsi normal dengan memproduksi insulin secara cukup. Dokter hanya akan memberikan obat-obatan yang fungsinya menurunkan kadar gula darah saja.

Namun, jika gula darah dibiarkan meninggi dan tidak terkontrol akan berbahaya. Dengan tingginya gula darah, pankreas akan dipacu lebih keras untuk memproduksi insulin lagi.

Pankreas yang dipacu terus menerus, sedangkan insulinnya tidak berfungsi maka hanya akan menyebabkan kerusakan. Kerusakan pankreas dapat menjadikan insulin tidak dapat diproduksi lagi oleh pankreas.

Pada akhirnya, penderita diabetes tipe 2 pun akan membutuhkan insulin. Hal ini terjadi jika tidak dilakukan pengontrolan dengan sangat baik. Kadar gula darah dalam tubuh harus benar-benar terjaga dan stabi, obat tradisional penyakit gula darah tinggi dapat menjadi alternatif untuk memperbaiki kinerja organ pankreas tersebut.

Apa itu diabetes gestasional?

Diabetes gestasional mungkin tidak terlalu dikenal luas. Diabetes tipe ini hanya terjadi pada ibu yang tengah hamil. Ketika telah terjadi kehamilan, maka gula darah akan normal kembali.

Diabetes gestasional biasanya mulai menunjukan gejala dan terdeteksi pada saat usia kehamilan menginjak 4 bulan. Biasanya, penderita diabetes gestasional ini bukan penderita diabetes sebelumnya.

Diabetes gestasional ini bisa dikatakan cukup berbahaya. Memang, bahaya pada saat masa kehamilan tidak seberapa dibanding jangka panjang. Hampir 50 % penderita diabetes gestasional, mengidap diabetes melitus tipe 2 di masa depan.

Secara tepat, penyebab terjadinya diabetes gestasional memang belum diketahui. Namun, ada satu hal yang merujuk para ahli untuk memperkirakan penyebabnya. Saat masa kehamilan, janin dalam kandungan hidup melalui zat makanan yang disalurkan oleh plasenta.

Ada beberapa hormon yang dikirimkan lewat plasenta dari tubuh ibu ke janin. Namun ternyata, hormon ini juga dapat menghambat kerja insulin pada tubuh sang ibu. Akibatnya, gula darah ibu menjadi tinggi.

Bayi yang dilahirkan oleh penderita diabetes gestasional cenderung mempunyai berat badan yang berlebih. Hal ini karena gula mampu menembus plasenta, sedangkan insulin dari ibu tidak. Akibatnya, pankreas bayi harus memproduksi insulin berlebih.

Produksi insulin tentu membutuhkan energi supaya pankreas dapat bekerja maksimal. Bahan energi diambil dari lemak, sehingga pasokan lemak menimbulkan berat badan berlebih pada bayi.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *